• Jelajahi

    Copyright © Hukum Maritim
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    P2TL BAGIAN D ISYARAT BUNYI DAN CAHAYA

    Minggu, 26 Maret 2023, 17:13 WIB Last Updated 2023-03-27T07:48:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    BAGIAN D
    ISYARAT BUNYI DAN ISYARAT CAHAYA

    ATURAN 32

    D E F I N I S I

    (a). Kata “ suling “ berarti alat isyarat bunyi yang dapat menghasilkan tiupan-tiupan yang ditentukan dan yang memenuhi perincian-perincian didalam Lampiran III Peraturan-peraturan ini.

    (b). Istilah “ tiup pendek “ berarti tiupan yang lamanya kira-kira satu detik ;

    (c). Istilah “ tiup panjang “ berarti tiupan yang lamanya 4 sampai 6 detik.

    ATURAN 33

    PERLENGKAPAN UNTUK ISYARAT BUNYI

    (a). Kapal yang panjangnya 12 meter atau lebih harus dilengkapi dengan suling dan genta serta kapal yang panjangnya 100 meter atau lebih sebagai tambahan, harus dilengkapi dengan gong yang nada dan bunyinya tidak dapat terkacaukan dengan nada dan bunyi genta. Suling, genta dan gong itu harus memenuhi, perincian-perincian didalam Lampiran III Peraturan ini.

    Genta atau gong atau kedua-duanya boleh diganti dengan perlengkapan lain yang mempunyai sifat-sifat khas yang sama dengan bunyi masing-masing, dengan ketentuan bahwa alat-alat isyatar yang ditentukan itu harus selalu mungkin dibunyikan dengan tangan.

    (b). Kapal yang panjangnya kurang dari 12 meter tidak wajib memasang alat-alat isyarat bunyi yang ditentukan didalam paragrap (a) Aturan ini, tetapi jika tidak memasangnya, kapal itu harus dilengkapi dengan beberapa sarana lain yang menghasilkan isyarat bunyi yang efisien.

    ATURAN 34

    ISYARAT OLAH GERAK DAN ISYARAT PERINGATAN

    (a). Bilamana kapal-kapal dalam keadaan saling melihat, kapal tenaga yang sedang berlayar, bilamana sedang berolah gerak sesuai dengan yang diharuskan atau dibolehkan atau disyaratkan oleh Aturan-aturan ini, harus menunjukan olah gerak tersebut dengan isyarat-isyarat berikut dengan menggunakan sulingnya :

    – Satu tiup pendek untuk menyatakan “ Saya sedang merubah haluan saya kekanan “ ;

    – Dua tiup pendek untuk menyatakan “ Saya sedang merubah haluan saya kekiri “ ;

    – Tiga tiup pendek untuk menyatakan “ Saya sedang menjalankan mundur mesin penggerak “.

    (b). Setiap kapal boleh menambah isyarat-isyarat suling yang ditentukan didalam paragrap (a) Aturan ini dengan isyarat-isyarat cahaya, diulang-ulang seperlunya sementara olah gerak sedang dilakukan :

    Isyarat-isyarat cahaya ini harus mempunyai arti berikut :

    Satu kedip untuk menyatakan “ Saya sedang mengubah haluan saya kekanan “ ;

    Dua kedip untuk menyatakan “ Saya sedang mengubah haluan saya kekiri “ ;

    Tiga kedip untuk menyatakan “ Saya sedang menjalankan mundur mesin penggerak “ ;

    Lamanya masing-masing kedip harus kira-kira satu detik, selang waktu antara kedip-kedip itu harus kira-kira satu detik, serta selang waktu antara isyarat-isyarat beruntun tidak boleh kurang dari 20 detik ;

    Penerangan yang digunakan untuk isyarat ini jika dipasang, harus penerangan putih keliling, dapat kelihatan dari jarak minimum 5 mil dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan Lampiran I Peraturan ini.

    (c). Bilamana dalam keadaan saling melihat dalam alur pelayaran atau air pelayaran sempit :

    Kapal yang sedang bermaksud menyusul kapal lain, sesuai dengan Aturan 9 (e) (i) harus menyatakan maksudnya itu dengan isyarat berikut dengan sulingnya :

    – Dua tiup panjang diikuti satu tiup pendak untuk menyatakan “ Saya bermaksud menyusul anda di sisi kanan anda “ ;

    – Dua tiup panjang diikuti dua tiup pendak untuk menyatakan “ Saya bermaksud menyusul anda di sisi kiri anda “.

    Kapal yang sedang siap untuk disusul itu bilamana sedang melakukan tindakan sesuai dengan Aturan 9 (e) (i), harus menyatakan persetujuannya dengan isyarat-isyarat dengan sulingnya :

    -Satu tiup panjang, satu tiup pendek, satu tiup panjang dan satu tiup pendek dengan tata urutan tersebut.

    (d). Bilamana kapal-kapal yang dalam keadaan saling melihat sedang saling mendekat dan karena suatu sebab, apakah salah satu dari kapal-kapal itu atau kedua-duanya tidak berhasil memahami maksud-maksud atau tindakan-tindakan kapal yang lain atau dalam keadaan ragu-ragu apakah kapal yang lain sedang melakukan tindakan yang memadai untuk menghindari tubrukan, kapal yang dalam keadaan ragu-ragu itu harus segera menyatakan keragu-raguan demikian dengan memperdengarkan sekurang-kurangnya 5 tiup pendek dan cepat dengan suling. Isyarat demikian boleh ditambah dengan isyarat cahaya yang sekurang-kurangnya terdiri dari 5 kedip, pendek dan cepat.

    (e). Kapal yang sedang mendekati tikungan atau daerah alur pelayaran atau air pelayaran yang ditempat itu kapal-kapal lain dapat terhalang oleh alingan, harus memperdengarkan satu tiup panjang.

    Isyarat demikian itu harus disambut dengan tiup panjang oleh setiap kapal yang sedang mendekat yang sekiranya ada didalam jarak dengar disekitar tikungan atau dibalik alingan itu.

    (f). Jika suling-suling dipasang di kapal secara terpisah dengan jarak lebih dari 100 meter, hanya satu suling saja yang harus digunakan untuk memberikan isyarat olah gerak dan isyarat peringatan.

    ATURAN 35

    ISYARAT BUNYI DALAM PENGLIHATAN TERBATAS

    Didalam atau didekat daerah yang berpenglihatan terbatas baik pada siang hari atau pada malam hari, isyarat-isyarat yang ditentukan didalam Aturan ini harus digunakan sebagai berikut :

    (a). Kapal tenaga yang mempunyai laju di air memperdengarkan satu tiup panjang dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit.

    (b). Kapal tenaga yang sedang berlayar tetapi berhenti dan tidak mempunyai laju di air harus memperdengarkan dua tiup panjang beruntun dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit dan selang waktu tiup-tiup panjang itu kira-kira 2 detik.

    (c). Kapal yang tidak terkendalikan, kapal yang kemampuan olah geraknya terbatas, kapal yang terkendala oleh saratnya, kapal layar, kapal yang sedang menangkap ikan dan kapal yang sedang menunda atau mendorong kapal lain sebagai pengganti isyarat-isyarat yang ditentukan didalam paragrap (a) atau (b) Aturan ini harus memperdengarkan tiga tiup beruntun, yakni satu tiup panjang diikuti oleh dua tiup pendek dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit.

    (d). Kapal yang sedang menangkap ikan bilamana berlabuh jangkar dan kapal yang kemampuan olah geraknya terbatas bilamana sedang menjalankan pekerjaannya dalam keadaan berlabuh jangkar, sebagai pengganti isyarat-isyarat yang ditentukan didalam paragrap (g) Aturan ini, harus memperdengarkan isyarat yang ditentukan dadalam paragrap (c) Aturan ini.

    (e). Kapal yang ditunda atau jika yang kapal ditunda itu lebih dari satu, maka kapal yang paling belakang dari tundaanitu jika diawaki, harus memperdengarkan 4 tiup beruntun, yakni 1 tiup panjang diikuti 3 tiup pendek, dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit. Bilamana mungkin, isyarat ini harus diperdengarkan oleh kapal yang menunda.

    (f). Bilamana kapal yang sedang mendorong dan kapal yang sedang didorong maju diikat erat-erat dalam kesatuan gabungan, kapal-kapal itu harus dianggap sebagai sebuah kapal tenaga dan harus memperdengarkan isyarat-isyarat yang ditentukan didalam paragrap (a) atau (b) Aturan ini.

    (g). Kapal yang berlabuh jangkar harus membunyikan genta dengan cepat selama kira-kira 5 detik dengan selang waktu tidak lebih dari 1 menit.

    Di kapal yang panjangnya 100 meter atau lebih genta itu harus dibunyikan dibagian depan kapal dan segera setelah pembunyian genta, gong harus dibunyikan cepat-cepat selama kira-kira 5 detik dibagian belakang kapal.

    Kapal yang berlabuh jangkar, sebagai tambahan boleh memperdengarkan tiga tiup beruntun, yakni satu tiup pendek, satu tiup panjang dan satu tiup pendek untuk mengingatkan kapal lain yang mendekat mengenai kedudukannya dan adanya kemungkinan tubrukan.

    (h). Kapal yang kandas harus memperdengarkan isyarat genta dan jika dipersyaratkan, isyarat gong yang ditentukan didalam paragrap (g) Aturan ini, dan sebagai tambahan harus memperdengarkan tiga ketukan terpisah dan jelas dengan genta sesaat sebelum dan segera setelah pembunyian genta yang cepat itu. Kapal yang kandas, sebagai tambahan boleh memperdengarkan isyarat suling yang sesuai.

    (i). Kapal yang panjangnya kurang dari 12 meter tidak wajib memperdengarkan isyarat-isyarat tersebut diatas, tetapi jika tidak memperdengarkannya, kapal itu harus memperdengarkan isyarat bunyi lain yang efisien dengan selang waktu tidak lebih dari 2 menit.

    (j). Kapal pandu bilamana sedang bertugas memandu, sebagai tambahan atas isyarat-isyarat yang ditentukan didalam paragraph (a), (b) atau (g) Aturan ini boleh memperdengarkannya isyarat pengenal yang terdiri dari 4 tiup pendek.

    ATURAN 36

    ISYARAT UNTUK MENARIK PERHATIAN

    Jika perlu untuk menarik perhatian kapal lain, setiap kapal boleh menggunakan isyarat cahaya atau isyarat bunyi yang tidak dapat terkelirukan dengan setiap isyarat yang diharuskan atau dibenarkan dimanapun didalam Aturan ini, atau boleh mengarahkan berkas cahaya lampu kejurusan manapun. Sembarang cahaya yang digunakan untuk menarik perhatian kapal lain harus sedemikian rupa sehingga tidak dapat terkelirukan dengan alat bantu navigasi manapun. Untuk memenuhi maksud Aturan ini penggunaan penerangan berselang-selang atau penerangan berputar dengan intensitas tinggi, misalnya penerangan-penerangan stroba, harus dihindarkan.

    ATURAN 37

    ISYARAT BAHAYA

    Bilamana kapal dalam bahaya dan membutuhkan pertolongan, kapal itu harus menggunakan atau memperlihatkan isyarat-isyarat yang ditentukan didalam Lampiran IV Peraturan ini.

    BAGIAN E

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini